Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko yang ditunjuk sebagai Ketua Umum Asosiasi Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) mengatakan tidak mudah membangun industri kendaraan listrik di Indonesia. Untuk mewujudkan industri kendaraan listrik dalam negeri butuh dukungan semua pihak dari lintas kementerian dan lembaga.

“Ya semua tau tidak mudah untuk membangun sesuatu yang baru. Tapi semua luar biasa dalam memberikan dukungan,” kata Moeldoko dalam acara peluncuran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) digelar virtual, Kamis (5/8).

Pendeklarasian Periklindo dilakukan pada April 2021. Asosiasi yang digawanginya untuk memberikan kesempatan bagi Agen Pemegang Merek bergabung guna mempercepat industri kendaraan listrik di Tanah Air.

“Nah teman-teman sepakat dan saya ditunjuk sebagai ketua umum Periklindo. Ini didirikan untuk mendukung percepatan industri kendaraan bermotor listrik Indonesia seperti yang tertuang pada Perpres [Peraturan Presiden nomor 55 tahun 2019],” kata dia.

Ia menyebutkan asosiasi ini diharapkan para pelaku industri otomotif memiliki wadah sebagai tempat menampung aspirasi untuk keberlangsungan kendaraan listrik pada masa mendatang.

“Pada pelaku industri dapat memiliki wadah untuk menampung aspirasi,” ucap Moeldoko.

Struktur organisasi Periklindo

Posisi Ketua Umum Periklindo dijabat Moeldoko perwakilan dari Mobil Anak Bangsa (MAB), Sekretaris Jenderal Periklindo, Tenggono Chuandra Phoa dari Wuling Motors, dan bendahara Periklindo, Cing Hok dari DFSK, dan Humas Periklindo, Ahmad Rofiqi dari DFSK.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210805120101-384-676731/moeldoko-soal-mobil-listrik-tak-mudah-bangun-industri-baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *