Satu unit buggy car bertenaga listrik terbakar pada Jumat (14/4) dini hari. Belum diketahui pasti penyebab mobil off-roadberukuran mini yang umum digunakan di tempat-tempat wisata bisa terbakar.

Insiden terbakarnya buggy listrik itu diunggah akun @punapibali di Instagram. Keterangan unggahan tersebut menyatakan buggy car listrik itu terbakar di parkiran mobil Pura Besakih, Bali.

Shuttle kebakaran, shuttle kebakaran,” demikian kata perekam video tersebut, dikutip Jumat (14/4).

Kapolsek Rendang Kompol Made Suadnyana membenarkan insiden kebakaran tersebut. Menurutnya dugaan awal buggy listrik itu terbakar karena korsleting saat mengisi daya baterai.

“Dugaan awal terjadinya kebakaran terhadap mobil listrik tersebut karena korsleting pada saat pengisian daya baterai,” kata Made, mengutip Detik.

Saat ini di sekitar lokasi kebakaran sudah dipasangi garis polisi. Kebakaran juga sudah berhasil dipadamkan.

Menanggapi insiden kebakaran buggy listrik itu, Ahmad Rofiqi selaku Humas Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) mengatakan potensi kebakaran pada kendaraan ramah lingkungan itu seharusnya menjadi perhatian pemerintah.

Ia pun menyoroti soal standarisasi Alat Pemadam Api Ringan (APAR) khusus mobil listrik.

“Ini penting untuk menjadi perhatian dari pemerintah, bagaimana melakukan standarisasi untuk APAR yang digunakan pada kendaraan listrik,” ujar Rofiqi saat dihubungi.

Menurut dia karakteristik kendaraan listrik berbeda dengan kendaraan konvensional. Oleh karena itu, butuh alat yang tepat untuk penanggulangan pertama ketika terjadi kebakaran pada kendaraan listrik.

Periklindo mendorong agar pemerintah dapat segera menstadarisasi APAR untuk kendaraan listrik. Menurutnya dengan teknologi yang tepat, pengguna kendaraan listrik bisa berkendara dengan lebih nyaman dan aman.

Di sisi lain, ia meyakini para Agen Pemegang Merek (APM) kendaraan listrik sudah melakukan pengetesan baterai secara optimal dan memperhatikan faktor keamanan untuk mencegah kebakaran pada produksnya. Namun, risiko kendaraan terbakar pun tetap ada.

“Jadi bukan hanya dari sisi kendaraan, tapi dari sisi pemakaian dan sisi pemilik kendaraan. Mitigasi tetap harus dilakukan untuk menghindari kondisi yang tidak diinginkan termasuk terbakar,” pungkasnya.

Sumber dari:

https://www.cnnindonesia.com/otomotif/20230414101941-603-937626/buggy-listrik-terbakar-periklindo-soroti-standarisasi-apar-khusus-ev/amp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *